Berjuta Cinta untuk Palestina

Posted on Updated on

Itu adalah judul dari taujih yang disampaikan oleh Ustadz Berlin pada acara IMSS Ahad, 11/12/11.

Kata MC nya sih boleh disebarkan ^^

Sekali lagi, ini resume singkat yang saya tangkap.Tidak sepenuhnya sama, dan bisa saja ada tambahan penulis.

—–

Semua orang akan kembali kepada Allah,

benar bukan?

Itu pasti.

Tapi, dengan wajah seperti apa kita ingin menghadap Allah?

Apakah Khusnul khatimah? atau malah sebaliknya? Na’udzubillahi min dzalik

Semestinya, setiap orang ingin menghadap Allah dengan kebahagiaan, dengan senyuman.

Maka,

ingatlah Allah, ingatlah kematian, ingatlah nasib kita akan seperti apa di akhirat.

Kita faham, kita menentukan akhir hidup kita. Apakah kita ingin menghabiskan waktu hidup kita dgn dosa? atau beramal sebanyak-banyaknya.

Untuk bisa istiqomah dengan kebaikan, tentu kita harus bergabung dengan barisan muslim. Agar kuat dan senantiasa saling mengingatkan.

Kita tahu bahwa muslim itu bersaudara bukan?

“Barang siapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk bagian darinya.” (H.R Hakim dan Thobroni)

Jika kita tidak peduli dengan urusan kaum muslimin, maka kita tidak diakui Rasul sebagai umatnya. Lalu, siapa yang akan memberi syafa’at di akhirat kelak?

Sekarang coba kita tengok, saudara muslim kita di tempat lain yang jauh. Sudahkah kita peduli?

Kita lihat..

Palestina

Bangsa Yahudi sejak tahun ’46, sudah secara terang-terangan menjajah bumi Palestin dengan kejamnya. Mereka ingin memusnahkan warga muslim, ingin merebut tanah Palestina, dan menghancurkan Masjidil Aqsha. Mereka ingin mendirikan kuil Sulaiman di sana.

Hari-hari di Palestina diisi dengan dentuman bom, suara senapan yang sudah jadi teman bangsa Palestina sehari-hari. Banyak pemuda diculik. Anak-anak dibunuh dengan kejamnya. Bahkan, anak kecil saja yang ingin berangkat sekolah ditembak. Apa-apaan itu? Astaghfirullahaladzim. 

Mereka menduga anak kecil tersebut membawa bom di tasnya.

Bayangkan saudaraku! Ada anak kecil membawa bom? Anak yang ingin berangkat sekolah? TIDAKKAH ITU LOGIS?!

Masya Allah.

Bayangkah kawan, jika dia adalah adik kita. Bayangkan jika anak-anak yang terbunuh itu, adalah anak, adik, atau keponakan kita. Apakah kita rela?

Palestina adalah saudara kita. Yakinlah mereka yang terbunuh, adalah syahid. Syahid di jalan Allah!

Lantas, apakah kita akan tetap terdiam?

Kita tilik lagi. Mengapa kita harus menolong Palestina?

1. Jika kita lihat sejarah, Indonesia dengan Palestina memiliki kedekatan. Anda tahu Masjid Demak?

Sebenarnya nama aslinya adalah Masjidil Aqsha fi Quds. Nama Quds itu sendiri menjadi nama kotanya yakni Kota Kudus. Masjid ini didirikan oleh Sunan Kudus.

2. Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i lahir di Gaza palestina. Beliau masih memiliki garis keturunan Rasulullah saw. Dan mayoritas muslim Indonesia memegang Madzhab Imam Syafi’i

3. Palestina adalah negara yang pertama kali mendukung kemerdekaan bangsa Indonesia

4. Kita semua sama-sama muslim terjajah, mungkin kita sudah tidak dijajah fisik lagi. Tapi bangsa Palestina masih.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menolong bangsa Palestina?

1. Hiasi hidup kita dengan nafas selalu untuk beribadah kepada Allah.

2. Terus ikuti permasalahan Palestina

3. Manfaatkan internet untuk membantu menyebarkan gerakkan mendukung Palestina

4. Membuat surat ke media jika ada informasi penting

5. Mengikuti aksi damai untuk mendukung Palestina

6. Memperhatikan waktu, maksudnya mengisi waktu kita dengan hal baik

7. Menanamkan niat untuk turut serta dalam berjihad

8. Memberi harta terbaik kita

Indonesia sendiri sudah memberi beberapa bantuan untuk Palestina, diantaranya:

1. Rumah Sakit, yang sekarang sedang dibangun. Namun, terkendala dana

2. TK Bintang Al-Qur’an untuk anak-anak Palestina

Tahukah saudaraku, mereka sangat mencintai Indonesia. Rasa cinta mereka pada Indonesia begitu besar. Saat Tsunami dulu pun, mereka tetap memberi bantuan dalam jumlah besar.

Sedangkan kita? Sudah seberapa besar rasa cinta kita pada Palestina?

—-

Sedikit renungan,

Palestina hidup dalam kondisi serba sulit dan susah. Dimana ancaman bom, tertembak, kematian, senantiasa mengintai. namun, mereka masih memiliki semangat untuk terus belajar. Profesor banyak terdapat di Palestina. Banyak hafidz Al-Qur’an di sana.

Kita lihat diri kita sekarang, hidup dalam damai. Tidak ada peperangan. Apa yang kita lakukan? Sudahkah kita mengisi waktu-waktu kita dengan kebaikan? dengan menuntut ilmu? dengan beinteraksi dengan Al-Qur’an? dengan beribadah kepada Allah?

Apakah kita sudah mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan?

Astaghfirullahaladzim.

Ampunilah kami ya Allah

.Image

sumber gambar: dewandakwahbandung.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s