Muslim adalah saudara | Mencintai saudara sesama muslim bagaimana?

Posted on Updated on

  1. Tak kenal maka tak sayang

Kita sama-sama mempunyai tiket. Tiket itu adalah keimanan. Perjalanan kita pun sama menuju Allah. Tujuan kita sama untuk mendapat keridhaan Allah SWT.

Jika semua udah sama, masa sih tidak saling mencintai?

“Seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” (Al-Bukhari dan Muslim).

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling  berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.” (Muslim)

Jika ada muslim yang tidak mencintai sesama muslim seperti melepaskan diri dari muslim yang lain.

Hal ini dapat menjadi alat ukur jangan sampai ada kebencian sesama muslim hanya karena persoalan sepele.

Sahabat Rasulullah merupakan generasi terbaik. Selesai perang badar, ada yang bertugas untuk melindungi Rasul SAW, ada yang bertugas mengejar musuh, dan ada yang bertugas untuk menjaga harta rampasan perang. Ketika pembagian harta rampasan, ketiga-tiganya saling ngotot mengatakan bahwa kelompok mereka yang paling berhak. Sampai Allah menjawab melalui surat Al-Anfaal:1. Terjemahnya:

Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman”.

Hal ini menunjukkan para sahabat pun bisa saja mengalami gesekan. Apalagi kita sebagai manusia akhir zaman seperti ini karena itu wajar jika masih terjadi gesekan.

2. Jangan menghakimi

Apabila seseorang mengatakan bahwa manusia telah binasa, maka dialah yang paling binasa. (HR Muslim)

Pada dasarnya seorang mukmin itu baik, maka harus ada bukti yang meyakinkan tentang keburukannya.

Lakukan tabayyun (kroscek) pada sumber berita. Sekali lagi pada sumber berita. Bukan orang yang diberitakan. Jika kita langsung menghubungi orang yang diberitakan, sama saja seperti kita menuduh dia secara tidak langsung.

Misalnya saja kisah Aisyah ra yang tertinggal dari perjalanan rombongan menuju Madinah. Kemudian ia kembali bersama Shofwan bin Mu’athol. Kejadian ini membuat muncul berbagai gunjingan.

Maka lakukanlah tabayyun terlebih dahulu, hingga akhirnya Allah pun menunjukkan kebenarannya.

3. Hindari polusi cinta

Jauhi penyakit: Saya lebih baik dari dia

Ini merupakan penyakit iblis.. Penyakit ini merupakan efek penyebab munculnya penyakit-penyakit lain, diantaranya:

1. Sukhriyyah (Mengolok-olok)

Kesalahan itu untuk diperbaiki bukan dicacimaki.

TQS. Al-Hujurat:11

Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.  Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

2. Dzon (prasangka buruk)

TQS. Al-Hujurat:12

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.  Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.  Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

3. Tajassus (mencari-cari kesalahan)

4. Menyebarkan aib

TQS. An-Nuur:19

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.

5. Ghibah

Membicarakan keburukan orang lain. Keburukan ini adalah hal yang benar. Jika hal yang bohong itu disebut fitnah. Ghibah boleh dilakukan dengan pengecualian, yakni jika ada tujuan dan kepentingan akan kebermanfaatan yang lebih besar, keperluan sangat mendesak, dan sudah dikenal berbahaya dan jika dibiarkan dapat meluas bahayanya.

6. Al-Khidlan (tidak mau membela saudaranya)

Agar persaudaraan terbangun, hindari penyakit dan efek dari penyakit ini.

Orang yang saling mencintai karena Allah, jika memenuhi ketiga poin tadi. Saling mengenal, tidak menghakimi, dan menghindari polusi cinta.

Memberi adalah penyubur cinta. Hal sederhana, sebarkanlah salam.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda, “Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]

Assalamu’alaikum ! 😀

didapat dari kajian ba’da ashar 4 Agustus, by: Ustadz di Habiburrahman (tdk tercatat namanya, maaf Ustadz)

Advertisements

One thought on “Muslim adalah saudara | Mencintai saudara sesama muslim bagaimana?

    littlestar said:
    11 August 2013 at 15:49

    uwow
    b^^d

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s