Dzikrullah

Posted on Updated on

Ada 70 keutamaan dzikrullah menurut Ibn Qayyim Al Jauziyah. Penulis tidak akan mengutarakannya di sini karena belum dicari, tapi mungkin para pembaca bisa mencarinya sendiri 😉

Di antara ke 70 keutamaan tersebut, ada tiga hal yang disoroti.

1. Kunci kemenangan
Tertera dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 10
Terjemahnya:
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

Dari ayat tersebut, kita dapat mengambil pelajaran bahwa jangan sampai kita sibuk kesana kemari, mencari rezeki kesana kemari, tetapi seperti tidak mendapat apa-apa, karena kita tidak berdzikir.

Kunci kemenangannya dzikir

Dzikir itu bisa kapan saja dimana saja. Dzikir itu mengingat Allah dalam setiap aktivitas kita; ‘menyertakan’ Allah dalam setiap langkah kita.

2. Ketenangan
Lihat Surah Ar-Ra’du ayat 28
Terjemahnya:
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Dzikir satu-satunya sumber ketenangan hati. Ingatlah Allah agar hati menjadi tenteram

Seorang mukmin pantang (kelihatan) galau.
Ingat Allah. Jangan putus asa.

3. Ibadah utama
Dzikir adalah ibadah paling vital, hal paling pokok dalam shalat.
Terjemah Al-Ankabut 45
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Konektivitas kita dengan Allah melalui dzikir.

***

Ada kisah orang yang mau bunuh diri karena putus asa menghadapi banyak masalah. Tebak apa masalahnya?
Hutang judi yang menumpuk banyak dan harus dibayar esok hari
Sidang cerai istri di esok hari
Dan tagihan SPP anak yang walaupun tidak seberapa tetapi saking tidak ada uangnya tak mampu dibayar, dan esok hari pula

Beliau sudah sangat stress dan kehilangan arah. Dia sudah bulat keinginannya untuk bunuh diri. Namun, Allah memberikan dia petunjuk. Sebelum bunuh diri, dia berpikir untuk shalat terlebih dahulu. Dia berpikir untuk shalat untuk terakhir kalinya. Maka, dia pun mengambil wudhu. Saat dia wudhu, dia merasakan suatu yang aneh, serasa lebih tenang. Kemudian dia shalat. Saat shalat pun terasa sesuatu yang berbeda, lebih tenang dan damai.
Setelah shalat, dia melihat Alquran dan raknya. Muncul di pikirannya untuk tilawah terakhir kalinya sebelum bunuh diri. Dia pun membaca Alquran sambil membaca terjemahannya. Dia tertegun saat membacanya karena ayat yang dia baca seolah-olah merupakan jawaban dari setiap masalahnya. Dia merasa diberi jawaban oleh Allah. Dia pun menikmati membaca Alquran hingga tidak terasa terdengar adzan shubuh. Adzan shubuh yang terdengar menggetarkan hatinya. Dia tergerak hatinya dan melangkahkan kakinya ke masjid. Dia pun shalat berjamaah shubuh, dan ba’da shalat dia berdo’a. Dia berdo’a menyerahkan semua pada Allah. Dia pasrahkan semua pada Allah. Dia pun pulang ke rumah, lalu setelab beberapa lama dia melihat ada orang di depan rumahnya. Dia panik, dia takut jika orang tersebut adalah penagih hutangnya. Ternyata dia justru teman lama yang menawarkan semacam bisnis. Dia merasa ragu untuk mengikuti bisnis tersebut karena dia tidak memiliki modal sama sekali, dia malah menantang temannya tersebut dengan nada bercanda, “Jika bisa ada uang puluhan juta di depan meja saat ini baru dia berani ikut.” Kemudian temannya ternyata memberikan uang langsung di depan matanya. Uang itu pun cukup melunasi hutangnya.
Tentang istrinya, tiba-tiba ia datang. Sang suami langsung datang dan meminta maaf. Sidang pun tidak dilanjutkan. Sebetulnya uang yang dia dapatkan lebih beberapa rupiah, dan ternyata uang tersebut berguna untuk menambal ban kendaraan yang bocor saat di jalan. Dan semua masalah sebanyak itu selesai hanya dalam satu hari. MasyaAllah.

***

Penutup: Al-baqarah 45 46
Terjemahnya:
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongnu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembalu kepada-Nya.”

Sumber: catatan melingkar

Wallahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s