Cerita Sidang

Posted on Updated on

Mungkin sudah hampir sebulan berlalu, tapi tidak ada salahnya cerita. Semoga bisa bermanfaat 🙂

Hari ini jadwal sidang saya, Selasa 10 Juni 2014. Tak terasa semua berjalan begitu cepat hingga hari ini. Hal yang terlintas di pikiran saya adalah, “Senyum saja, saya bakal terus senyum sepanjang sidang.”

Ternyata memang benar, saya senyum-senyum saja sepanjang sidang walaupun teman-teman mengatakan bahwa itu senyuman yang tidak ikhlas. Padahal saya sudah berusaha se-natural mungkin agar bisa rileks.

Sedikit flash back, saya sudah belajar dengan teman-teman sejak hari Jum’at. Hari Jum’at belajar masih biasa saja, belajar seadanya. Hari Sabtu, kami melakukan simulasi sidang, dan simulasi ini mulai menimbulkan rasa panik karena banyak sekali pertanyaan yang tidak terjawab. Banyak sekali yang tidak diketahui. Wajah pun penuh dengan kepanikan.
Hari Ahad kami belajar lagi tetapi kali ini semacam review, dan kami masih panik. Dengan terus belajar, kami semakin menyadari bahwa sangat banyak hal yang tidak kami ketahui. Namun, ada satu do’a yang sangat bagus untuk menemani kepanikan ini yakni do’a Nabi Musa a.s.
“Rabbisy rohlii shodrii wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatammillisaani yafqohu qoulii.”
Do’a ini terdapat pada Surat Thaaha ayat 25 – 28 yang artinya: “Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”

Jadi, pasrahkan saja pada Allah, semoga yang kami pelajari bisa keluar dan yang terpenting apa yang ditanya dosen bisa dijawab dengan benar.

Kami pun mulai sidang satu persatu, dari Senin pagi hingga giliran saya tiba Selasa siang menjelang sore. Setelah melihat keberhasilan teman-teman yang lain sidang, saya pun meyakinkan diri bahwa saya pun bisa insyaAllah.

Alhamdulillah. Sidang berhasil dilalui. Walaupun tidak semua pertanyaan dijawab dengan benar, tetapi luar biasanya adalah apa yang ditanyakan dosen kurang lebih cukup sama dengan yang telah dipelajari sebelumnya. Kuasa Allah memang luar biasa, bahkan ada yang baru dipelajari beberapa saat saja sebelum sidang ditanyakan oleh dosen penguji. Alhamdulillah. Luar biasa T-T
Walaupun saya merasa lebih banyak melawak saat sidang, tapi alhamdulillah selesai T-T

***

Momen ini pun telah berlalu meninggalkan cerita di sini. Semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua bahwa kuasa Allah itu luar biasa, ikhtiar maksimal dan kuatkan do’a.

***

info:

Di kimia itb, sidang semacam ujian kompre lisan selama kurang lebih 1,5 jam tetapi terbuka bagi yang ingin menonton.

Kami = orang-orang yang belajar bersama di lab biokim, yang kemudian melakukan count down menuju sidang

Tips lain dari orang-orang tentang sidang di kimia:
– saat belajar sebelum sidang, utamakan mempelajari materi yang berkaitan dengan penelitian kita dan yang kemungkinan ditanya oleh dosen penguji
– buat diri ini terlihat rendah hati di hadapan dosen
– gunakan intonasi nada yang baik dan lembut, tidak nyolot
– ketika ada pertanyaan dari dosen, diam dulu sejenak untuk berpikir baru menjawab
– jika kita memang sangat paham, jawab saja sekomprehensif mungkin
– jika kita ragu atau tidak paham semua, jelaskan dengan baik apa yang ditanyakan saja
– meminta do’a dari orang tua dan para sahabat

Demikian. Semoga bermanfaat dan semoga sukses sidangnya ! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s