Sikap Ramah

Posted on Updated on

Bismillahirrahmanirrahim

Cerita singkat tentang pengalaman dengan suatu hal sederhana yang bernama: Sikap Ramah.

Sebagai seorang kakak dari adik yang masih kecil (baca: 5 tahun), saya cukup sering dimintai tolong untuk menemani mengerjakan PR-nya dari sekolah. PR yang diberikan tentu PR khas anak TK, seperti menulis ulang suatu kata, pertambahan atau pengurangan, atau menulis huruf hijaiyah.

Sederhana bukan?
Tapi rasanya karena merasa diri ini sudah cukup tua, sering merasa bahwa PR itu begitu mudah. Apa akibatnya? Terkadang saya membantu mengerjakan tapi dengan cara yang kurang ramah. Hehe. Misalnya, “Ayo yang rajin, masa gitu aja gabisa?” atau “Salah itu, coba tulis lagi. Masa ga bisa?”, “Ayo, bisa bisaa.”

Tenang tenang, saya tidak sambil membentak kok. Hehe. Tapi ya dengan nada yang tidak ramah. Terkadang saya merasa ingin membuat dia terpacu dan mandiri. Tapi rasanya….. itu kurang tepat saat ini.

***

Suatu hari, saya hendak belajar suatu ilmu baru dari seseorang yang baru saya kenal. Saya mencoba belajar dengan sepolos mungkin karena saya memang belum bisa.
Nah, ternyata metode belajar yang dia terapkan pada saya mirip seperti yang saya lakukan pada adik saya. Misalnya menyebutkan, “Ayo mas, masa gitu aja gabisa?”, “Eh mas, gimana sih, gak gitu ya caranya.”, “Mas apaan itu, gak gitu mas.”, dsb

Dan yang saya rasakan adalah: well, tidak enak ternyata, biasa we atuh, dsb.
Duh, langsung saya berpikir “Apakah adik saya merasakan hal yang sama?”
Wah, saya saja yang sudah tua ini tidak enak diperlakukan seperti itu. Apalagi adik saya yang masih 5 tahun T_T

Langsung saya merasa bersalah dan mencoba untuk mengajar adik saya dengan lebih baik #hea

Mungkin metode seperti tadi cocok untuk saat-saat tertentu, memotivasi dengan mendemotivasi. Tapi nyatanya, tidak semua orang bisa sesuai dengan metode tersebut. Walaupun ada demotivasi, tetap harus ada yang melakukan motivasi *lalu ingat MPAB*.

Apalagi untuk anak kecil yang segala hal begitu mudah untuk ditiru. Jangan sampai kemudian adik kita melakukan hal yang sama pada kita. Astaghfirullah.

Semoga kita dapat menjadi kakak dan orang tua *eh belum*, yang bisa mendidik anak dengan cara yang baik, dengan cara yang lebih ramah.

Semoga kamu jadi anak yang sholehah ya dek 🙂

2014-01-04 17.11.47

Sikap ramah yang rasanya sederhana, tapi mungkin akan berdampak luar biasa. Semoga kita bisa lebih ramah pada semua orang.

Advertisements

5 thoughts on “Sikap Ramah

    Anggita Cremonandra said:
    3 October 2014 at 20:17

    ih Alam ._. Kasihan banget adiknya :”

    Kalau ngajarin anak kecil, don’t ever judge them. Meskipun pakai bahasa atau perlakuan yg ramah. Tapi perkataan “masa gitu aja ga bisa” itu ada judge nya T_T

    Dedenya semoga tambah pinteer dan sabarr terus jadi perempuan shalihah amiin

      firdhacahyaalam responded:
      3 October 2014 at 20:23

      wah dikomen bu kepsek. ampun m(._.)m
      gimana euy suasana kampus kebawa ke rumah 😦
      kata2 yg ga ngejudge harusnya gimana ya git?

        Anggita Cremonandra said:
        7 October 2014 at 15:28

        :”D

        kata-katanya bisa apa aja sebenernya lam, yg penting kata-kata yang baik dan ga men-judge ke arah yg buruk. misalnya adik kecil kita ga bisa baca, itu perlu dicontohin dulu. nah kalau udah dicontohin berkali-kali tetep salah juga, bisa dikasih tau dengan menunjukkan contoh yg bener. biar mereka terbiasa juga utk mengidentifikasi kesalahan sendiri.

        misalnya, lagi belajar nulis. harusnya kata “makan”, tapi ditulisnya “makat”, terus kita bilang aja, “coba coba kkak liat… eh ini bacanya apa? kasih tau kkak doong..” terus si adik kan akan baca, “makat..”. terus kita ulang lagi, “apa tadi apa bacanya?”. sampai si adik sadar kalau yg dia tulis itu bukan “makan” tapi “makat”.
        Nah kalau dia udah sadar itu salah, dikasih apresiasi, “Woow pinternya adik kakak” atau apa aja.

        kalau bisa kayak gitu bisa ngebantu adik kita buat:
        1. terbiasa meneliti pekerjaannya
        2. latihan identifikasi kesalahannya sendiri
        3. termotivasi krn dia tau dia itu bisa. Beda kan misal dia udah kita judge salah, dia akan ngerjain ala kadarnya.

        soal apresiasi, juga jangan berlebihan hehe biar nantinya ga haus pujian..

        sekian lam semoga nanti kalau ketemu adik bisa dipraktekkan yaa 🙂

        firdhacahyaalam responded:
        7 October 2014 at 17:02

        noted. nuhun pisan git.

        insyaAllah tiap hari ketemu kok. haha

      firdhacahyaalam responded:
      3 October 2014 at 20:23

      oya aamiin do’anya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s