Ke Jombang dengan Bus (part 1: berangkat)

Posted on Updated on

Tulisan ini berisi jurnal perjalanan saya ketika pergi menggunakan bus ke Jombang, Jawa Timur. Sebetulnya saya sudah pernah ke Jawa Timur sebelumnya, tetapi menggunakan kereta. Kala itu kereta ke Kediri, kemudian dari Kediri baru naik bus ke daerah Pujon, Malang, dan kemudian baru ke Surabaya dengan bus pula. Pengalaman itu belum atau tidak akan atau ntahlah kapan ditulis. Haha.

Sebagai info, saya hendak ke suatu undangan acara pernikahan teman saya di daerah Jombang. Berhubung  kereta yang masih tersedia tinggal yang seharga 400ribuan, maka menaiki bus menjadi opsi yang lebih ekonomis. Selain itu, saya ingin merasakan bagaimana rasanya naik bus ke daerah yang jauh, saya ingin merasakan petualangan baru! Yeah!

***

Jum’at 26 Desember 2014

Jam 16.00
Saya menaiki bus dari pul di Rancaekek, sebut saja bus KD. Bus ini seharusnya berangkat pada pukul 16.00, tetapi ketika saya sampai pul, petugas mengatakan jika bus ini terlambat berangkat dari tempat awalnya, sehingga sampai Bandung pun akan terlambat, dan sampai Rancaekek pun akan lebih terlambat lagi. Oke baiklah.

Saya menunggu bus sambil melihat kemacetan yang cukup parah di jalanan, yang mungkin disebabkan oleh hujan lebat yang baru saja terjadi-yang membuat beberapa spot banjir-dan berbarengan pula dengan jam pulang kerja dari pabrik-pabrik di Rancaekek. Bahkan ada yang mengatakan kemacetannya sudah menjalar sampai Cileunyi. Saya pun membuat pemakluman pada keterlambatan bus yang terjadi. Mungkin macet parah dimana-mana, mengingat libur natal dan tahun baru.

Jam 20.30
Tak terasa. Setelah menunggu sekitar 4 jam, datang juga busnya. Yaa cukup lega, alhamdulillah-nya jadi bisa shalat maghrib dan isya terlebih dahulu.

Naik ke bus, saya bertemu dengan kakak angkatan saya di bus, sebut saja Kang D. Perjalanan jauh pertama dengan bus ini jadi sedikit melegakan karena bertemu beliau, “Setidaknya nanti beliau bisa saya tanya-tanya,” pikir saya dalam hati.

Bus ini cukup nyaman, space kursi cukup luas, ada selimut, bantal, kursi yang bisa disesuaikan untuk posisi tidur, ada toilet, bagus lah! Setidaknya fasilitas ini sedikit mengurangi kekecewaan atas keterlambatan parah yang terjadi.

Perjalanan pun dimulai.
Bismillah.
Dan…. tidur.

Sabtu, 27 Desember 2014

Jam 04.30
Bus berhenti di suatu rest area khusus bus, katanya bus berhenti cukup lama sehingga penumpang bisa sempat shalat shubuh di masjid yang ada di rest area tersebut. Namun, tak semua penumpang turun untuk shalat 😦

Perjalanan pagi. Melihat langit pagi yang mulai menampakkan sinarnya. Melihat jalanan daerah yang masih sepi aktivitas. Dari mulai melewati Purwokerto, Klaten, hingga Sragen, perjalanan yang santai…
Ah ternyata tidak juga. Bus sempat berhenti beberapa lama karena katanya menyerempet motor. Tapi alhamdulillah akhirnya bus bisa melaju lagi.

Saya duduk sambil melihat keluar jendela, melihat jalan siapa tahu melewati rumah teman. Haha. Rumah siapa(?)

***

Perjalanan saya dari Bandung ke Blitar dijanjikan oleh agen bus selama 14 jam. Sehingga ketika kemarin baru berangkat pukul 20.30, mungkin saya akan sampai jam 10.30. Tapi ternyata saya masih sampai daerah Jogja pada jam tersebut. Acara resepsi pernikahan yang saya rencanakan datangi pukul 13.00 atau paling telat pukul 15.00, saya pasrahkan saja. Bagaimana nanti saja lah. Sudah di tengah perjalanan. Teman saya yang menikah pun mengatakan, jam berapapun sampai Jombang silakan saja datang ke rumahnya.

Oke baiklah T_T.

Sempat berpikir, “Apa saya turun saja di jalan? Cari bus arah Bandung”, tapi saat pikiran itu terlintas, di kiri kanan yang terlihat adalah hutan, jika saya turun di sini, akan semakin kompleks perjalanan. Haha.

Jam 12.00
Bus berhenti di rest area, alhamdulillah diberi kesempatan untuk istirahat-makan-shalat.
Saya sempat mengobrol dengan Kang D dan menanyakan berapa lama lagi akan sampai Blitar. Dan apa kata beliau? 4 – 5 jam lagi. Haha. Empat jam meen. Berarti saya sampai Blitar kemungkinan jam 4 atau 5 sore. Belum ke Jombangnya pula. *Pasrah*

Pukul 12.30 bus berangkat kembali. Kang D turun di daerah Ngawi, yang hanya sekitar setengah jam dari rest area tadi.

Jam 17.00
Bus sampai di terminal Blitar.
Saya berniat sejak awal: “Jam berapapun saya sampai di Jombang, saya akan langsung ke TKP acara, ngobrol beberapa lama, dan langsung pulang lagi ke Bandung.”
Sehingga ketika saya sampai terminal Blitar, yang saya cari pertama kali bukan bus ke Jombang, tetapi saya cari kamar mandi untuk mandi.
Setelah saya selesai mandi, saya mencari bus, dan ternyata…… orang-orang di terminal mengatakan kalau bus yang langsung ke Jombang sudah habis, baru saja pergi tadi -_-
Sempat berpikir, “Apa saya menginap saja di terminal?”. Tapi opsi itu langsung saya hapus dan saya bergerak lagi bertanya ke orang-orang yang ada bagaimana caranya membawa saya ke Jombang. Eng ing eng. Seseorang mengatakan, “Naik bus saja dulu mas ke Tulungagung, baru setelah itu naik bus ke Jombang.”
Lalu saya bertanya, “Dimana busnya Pak?”. Bapak itu menjawab, “Itu-itu mas! udah di luar terminal. Busnya mau berangkat, cepetan bus terakhir kayaknya.”
Heaa. Langsung lari mencari bus tersebut dan alhamdulillah masih ada :”D

Berangkatlah dengan bus menuju Tulungagung, bus ini seperti bus Kobutri yang dulu saya suka naiki ketika SMA. Bus kecil, bus umum lah.

Jam 18.30
Sampai di terminal Tulungagung. Langsung saya cari bus ke Jombang. Saya niatkan jama’ takhir saja shalatnya, jaga-jaga jangan sampai saya ketinggalan bus lagi. Haha.
Saya dapat bus ke arah Surabaya, bus ini akan melewati Jombang. Bus ini tergolong bus umum ukuran besar. Alhamdulillah.
Sudah malam, dan ternyata perjalanan ke Jombang masih sekitar 2 jam lagi. Oke tidak mungkin saya datang ke TKP malam hari begini.

Alhamdulillah teman saya (teman yang lain: yang sudah membantu mencari rute perjalanan dari sebelum berangkat), sebut saja T, sudah mengatakan tinggal dulu saja di rumah bude-nya untuk istirahat semalam, dan paginya baru menuju TKP. Saya terima saja tawarannya, mau bagaimana lagi :”D

Jam 21.00
Yeah. Alhamdulillah sampai Jombang. Perjalanan panjang selama hampir 24 jam. Haha.
Saya dijemput adiknya T, diajak makan malam dulu, lalu diantar ke rumah budenya. Waktunya shalat dan istirahat. Sempat membuka Whatsapp setelah seharian offline, melihat juga acara pernikahan teman di tempat yang lain. Alhamdulillah 🙂

Ahad, 28 Desember 2014

Jam 09.00
T datang dari rumahnya, kita berbincang-bincang sejenak sebelum berangkat ke rumah teman saya yang menikah. Dari pemaparan T, saya mendapatkan beberapa informasi seputar Jombang:

  • Daerah ini banyak pesantren, pesantren NU lebih tepatnya.
  • Jombang ini tempat kelahiran Gusdur. Bahkan saya menemukan ada nama jalan, “Jalan K.H Abdurrahman Wahid”.
  • Petinggi-petinggi NU sekarang pun rata-rata asli Jombang, Pak Muhaimin misalnya.
  • Maka dari itu, masyarakat Jombang sudah sangat kental nuansa NU-nya. NU banget lah di sini.
  • Lumbung suaranya PKB. Hehe.
  • Sayangnya, walaupun di sini banyak pesantren, masih banyak juga warga yang melakukan hal-hal mistik, yang mengandung unsur syirik seperti santet, perdukunan, dsb. Ponari itu asalnya dari Jombang lho jika pembaca belum tahu.
  • Rata-rata anak SMA di sini lebih senang melanjutkan studinya ke Malang atau Surabaya karena relatif dekat
  • Ini asumsi saya, saya merasa orang Jombang mudah memperkirakan jarak suatu tempat dengan “kilo(meter)”. Jadi kalau ditanya, “Rumah si X dimana?”, “Sekitar 5 kilo(meter)-lah sampe.” Jika saya sih sulit untuk memprediksikan ini, atau saya saja yang begini? :/
  • Makanan khas Jombang adalah Jenang dan Kecap 😀

Jam 10.00
Saya –akhirnya– sampai juga di rumah teman saya yang menikah, alhamdulillah. Bertemu, mengobrol, dan agaknya sedikit kaku dan bingung apa yang perlu dibicarakan. Haha. Bertamu sampai dzuhur, ba’da dzuhur baru kemudian pulang menuju pencarian bus selanjutnya. Bus selanjutnya kemana? Ke Jogja!!

*nb: Semua waktu dan jam hanya perkiraan, tidak presisi karena saya tidak mencatatnya.
Pihak-pihak sengaja disamarkan namanya, hehe.
Jika pembaca ingin tahu jenis armada bus apa saja yang saya pakai atau harganya berapa saja, silakan komen. Semoga saya masih ingat 😀

Bersambung ke part 2.

Advertisements

2 thoughts on “Ke Jombang dengan Bus (part 1: berangkat)

    yulianemonic said:
    9 January 2015 at 10:53

    saya juga dikecewakan oleh bus KD tepat sehari sebelumnya lam.. -_-

      firdhacahyaalam responded:
      9 January 2015 at 13:14

      21 jam ya ke surabaya?
      Harusnya ada kompensasi nih kalo keterlambatannya parah, diskon 50% kali ya… haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s