Ke Jombang dengan Bus (part 2: pulang)

Posted on Updated on

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari part 1-nya, sekaligus sebagai part penutup dari perjalanan panjang ke Jombang. Seperti diceritakan sebelumnya, saya sudah sampai ke rumah teman saya yang menikah. Saya pun bergegas pulang. Namun, sesuai saran dari T. Bus yang langsung ke Bandung tidak ada/jarang, jadi sebaiknya naik bus dulu ke Surabaya atau ke Jogja, baru dari sana naik bus ke Bandung. Dan katanya lebih baik naik bus dari Jogja saja, toh mendekati Bandung. Oke berangkatlah ke Jogja!

Ahad, 28 Desember 2014

Jam 12. 45
Setelah menunggu bus ke Jogja (yang diharapkan kosong) sekitar setengah jam tak kunjung dapat, akhirnya saya naik saja bus yang ada walaupun cukup penuh. Bus ini cukup besar. Bus lintas provinsi sih. Saya berdiri. Agak lelah juga kalau saya harus berdiri dari Jombang sampai Jogja, tapi alhamdulillah di tengah perjalanan dapat tempat duduk.

Sepanjang jalan diiringi lagu dari mulai dangdut masa kini sampai lagu jaman saya SMP-SMA. Lagu-lagu ini pun kemarin menemani perjalanan dari Tulungagung ke Jombang T_T

Di perjalanan, menjelang jam 7 malam, bus ini melewati Solo. Haha. Jadi ingat juga pernah ke Solo beberapa bulan lalu 😀

Jam 20.30
Sampai Jogja. Panjang sekali bukan perjalanan. Di perjalanan saya sempat menghubungi teman saya W yang tinggal di Jogja. Saya menghubungi untuk bertanya bus dari Jogja ke Bandung apa saja dan ada sampai jam berapa. Teman saya, W, pun mengatakan kalau misalnya kehabisan bus di terminal, boleh menginap di rumahnya T_T. Oke saya menyusahkan orang lain lagi.

Dan ketika saya sampai terminal, saya shalat dulu baru mencari-cari bus. Saya bertanya ke petugas terminal, beliau mengatakan, “Kemungkinan ada bus X jam 21.00 tapi tidak pasti datangnya karena sekarang sedang masa liburan”. Hmm.. meragukan bukan? Saya pun memasuki daerah dalam terminal (peron ya istilahnya?), saya cari-cari plang tulisan bus Bandung. Oh ternyata ada. Saya menuju ke sana. Duduk sejenak menenangkan diri, berjalan-jalan lagi mencari siapa tau bus lewat dari tempat lain #random, dan ya! Saya menemukan bus dari Bandung yang baru sampai terminal! Agak berlari ke arah bus tersebut. Lalu bertanya pada kondekturnya. Dan apa kata kondekturnya? “Bus baru ada lagi besok pagi.”

Hmm.. Tapi ini memang bukan bus yang tadi dijelaskan petugas terminal. Jadi mungkin masih ada harapan. Saya kembali lagi ke spot plang Bandung tadi, lalu bertanya pada orang sekitar. Orang-orang tersebut menjawab, “Wah udah gak ada e mas bus Bandung jam segini. Paling besok pagi.”

Oke harapan pupus. Langsung menghubungi teman saya, W.
W mengatakan coba cari bus lokal ke arah rumahnya atau bus trans jogja. Tapi sayangnya bus tersebut sudah habis juga. W kemudian menjemput dengan motor setelah 20 menitan saya menunggu.

Sepanjang menunggu di terminal, saya sering sekali ditanya tukang ojek(?) atau kurir terminal(?). Mereka bertanya, “Masnya mau kemana? Naik ojeg aja ke sana. Bus sudah gak ada.”
Mungkin sangat terlihat sekali saya seperti orang hilang. Haha.

W datang menjemput. Menuju rumahnya di daerah Sleman (ya kan?). Ini kali pertama saya ke rumahnya di Sleman. Sebelumnya saya pernah ke kosan adiknya. Dan ternyata, alhamdulillah hujan besar sepanjang perjalanan yang membuat kami basah kuyup. Duh lagi-lagi saya menyusahkan orang lain T_T

Senin, 29 Desember 2014

Jam 16.00
Setelah pagi hari survey mencari bus pagi yang ternyata kelewat juga, (bus pagi katanya jam 7.30), sore hari saya menaiki bus PK menuju Bandung. Harganya relatif mahal karena katanya ada konsumsi makan malam. Bus ini sudah dipesan saat pagi hari saat mencari-cari bus.

Ah iya, bertemu dengan teman di Jogja, lagi-lagi memperlihatkan keramahan khas Jogja. Dimana orang jika saling berpapasan sepertinya hampir selalu saling tersenyum atau menganggukkan kepala tanda hormat. Indah sekali bukan?

Saya menaiki bus sekitar pukul 17.00, bus pun berangkat. Bus pun sempat menyerempet motor (?) sepertinya, sehingga harus menunggu beberapa lama. Kenapa bus yang saya tumpangi senang menyerempet motor o_o

Bus melewati waktu maghrib, melewati adzan isya, dan terus melaju. Sempat berpikir, “Jangan-jangan bus tidak akan berhenti. Jangan-jangan makan malam cuma wacana.”
Tadinya saya meniatkan shalatnya saat di tempat makan saja, tapi sudah hampir pukul 9 malam tidak ada tanda-tanda akan berhenti, dan saya pun mulai mengantuk. Ah, jadi saya shalat saja sambil duduk. Kemudian baru tertidur.

Jam 22.30
Bus berhenti. Wah ternyata berhenti! Alhamdulillah bukan wacana. Penumpang pun dipersilakan turun. Saya mengikuti saja rombongan orang lain ke tempat rumah makan. Dan voila! Ada makanannya! Nasi+ayam+tempe oreg+teh manis. Lumayan lah, walaupun saya berharap lebih. Hehe. Alhamdulillah lam!

Setelah setengah jam berlalu, bus kembali berangkat.

Selasa, 30 Desember 2014

Jam 3.30
Bus berhenti. Saya terbangun setengah sadar. Melihat jam dan melihat sekeliling. Mungkin ini rest area yang lain. Tapi jam segini belum shubuh. “Kalau sekarang berhenti, saat shubuh berhenti tidak ya?”
Bus tak lama berhenti, lalu melaju kembali.

Sekitar pukul 4.30, saya terbangun. Melihat jalanan di depan seperti hutan, laju dari bus pun cukup kencang, seperti tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Hm.. memastikan dulu apakah kiranya sudah shubuh, dan akhirnya saya memutuskan shalat saja sambil duduk.
Saya mencoba terus terjaga, memperhatikan jalan, dan sudah sampai pukul 5, dan pukul 5.30, bus ternyata tidak berhenti. Jadi bus ini tidak menyediakan waktu khusus untuk shalat shubuh T_T
Saya mencoba husnudzon mungkin orang-orang sudah pada shalat ketika saya belum bangun, atau jangan-jangan tadi bus berhenti sampai shubuh tapi saya malah tidur, atau mereka sudah shalat tapi tidak kelihatan saja. Tapi saya cuma berpikir-pikir dalam hati T_T
Posisi saya saat di bus berada di kursi belakang, jadi agak sulit untuk bertanya ke depan, “Berhenti gak ya Pak ini?” Duh excuse T_T

Saya jadi berpikir bagaimana jika membuat armada bus yang “islami”, yang minimal berhenti ketika waktu shalat. Mungkin karena di perjalanan, minimal berhenti pada waktu-waktu tertentu saja. Misalnya berhenti saat shubuh, dzuhur/ashar, dan maghrib/isya. Setidaknya menyediakan waktu penumpang dan juga supir untuk shalat. Lalu kondektur busnya mengumumkan dan menghimbau penumpang untuk shalat. Keren kan kalau ada bis begitu?
Kalau tidak disediakan waktu khusus shalat kan seperti kesalahan yang terstruktur dan masif #hea. Ah sedih tidak bisa berbuat apa-apa.

Pagi menjelang, cahaya matahari sudah tampak. Sudah sampai Garut dan artinya sebentar lagi Rancaekek! Yeah!

Jam 6.30
Alhamdulillah sampai rumah. Disambut orang tua yang menganggap saya seperti orang hilang berhari-hari. Haha. Bener sih -_-

***

Ya itulah jurnal perjalanan saya ketika ke Jombang, Jawa Timur. Maaf ya pembaca, isinya benar-benar curhat. Setidaknya mungkin pembaca bisa mengetahui bahwa perjalanan dengan bus tidak semudah menggunakan kereta *yaiyalah*.

*nb:
Semua waktu dan jam hanya perkiraan, tidak presisi karena saya tidak mencatatnya.
Pihak-pihak sengaja disamarkan namanya, hehe.
Jika pembaca ingin tahu jenis armada bus apa saja yang saya pakai atau harganya berapa saja, silakan komen. Semoga saya masih ingat 😀

Dan terima kasih sudah membaca!

Tulisan ini dipersembahkan untuk semua pihak yang membantu saya ketika sebelum perjalanan dan selama perjalanan. Jazakumullah khairan katsiran!

Advertisements

2 thoughts on “Ke Jombang dengan Bus (part 2: pulang)

    Anggita Cremonandra said:
    8 January 2015 at 13:43

    Alam si petualang :”D
    Bagus lam (y)
    Kebayang sih kayak apa xp
    Ohya setuju banget lam bikin bus islami. Ada waktu tertentu utk ngasih kesempatan sholat. Aku dulu jg kepikiran pas pernah ke smg naik bis. Tapi sekarang aku naik travel dan Alhamdulillah sesuai yg diharapkan. Selalu berenti pas subuh biar penumpangnya sholat

    Let me guess. Itu inisial W –> Wiharsa, ya?

      firdhacahyaalam responded:
      8 January 2015 at 16:33

      Haha. Iya nih, eh tapi itu bus travel juga lho. Maksudnya bus yg harus booking dulu *entah disebut travel apa bukan

      Iya wiharsa, siapa lagi 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s