Tentang Kematian

Posted on Updated on

Pernahkah kamu merasa bahwa kematian begitu dekat?

Ketika kamu berada di perjalanan dengan motormu ke berbagai tempat yang kamu kunjungi, kamu sangat sering melihat ambulance melewatimu sambil diiringi motor dan mobil lain yang membawa bendera kuning. Seringkah kamu mengalami ini?

Atau pernahkah kamu di suatu hari, suatu pekan, bahkan bulan, kamu mendengar banyak sekali berita kematian di sekitarmu? Mendapat kabar tetangga yang meninggal tiba-tiba, terbangun sebelum shubuh akibat pengumuman kematian dari speaker masjid, bahkan isi media sosialmu tentang banyak berita duka. Pernahkah? Seringkah?

Pernah juga kah ketika kamu datang ke lingkaran pertemuan pekanan, kemudian materi yang dibahas adalah tentang kematian? Membahas tentang kematian ketika kamu sangat sering mendengar atau melihatnya dalam beberapa waktu terakhir. Pernahkah?

Sang guru dalam lingkaran menyampaikan, “Ada seorang ikhwah, dia sakit dan dirawat di rumah sakit. Namun, suatu hari dia memutuskan untuk pulang saja, dia ingin bertemu dengan sanak saudaranya yang tinggal jauh darinya, untuk kemudian dia menyampaikan pesan-pesan pada saudaranya. Tak lama setelah kejadian itu, dia meninggal.”

Sebuah kejadian nyata yang menggambarkan bahwa ternyata ada orang yang bisa merasakan jika hidupnya tidak lama lagi. Pernah mendengar kisah serupa? Sepertinya sering.

Saking seringnya kabar kematian ini menghampirimu, pernahkah kamu sampai menebak waktu kematianmu? Saat kamu mengendarai motormu, dalam malam yang gelap dan hujan yang sangat lebat tidak seperti biasanya, kamu sampai sempat berpikir, “Mungkinkah sekarang saatnya?”

Pernahkah?

Tunggu dulu.

Apakah ketika kamu sudah sering mendengar berita kematian, ada yang berubah dari dirimu? Apakah kamu hanya diam? Atau kamu justru lebih banyak melakukan kesalahan?

Atau ketika intensitas berita kematian itu berkurang dari sebelumnya, apakah artinya kamu menjadi lebih santai? Apakah kamu jadi pelupa?

Lagipula, sering atau tidaknya kamu mendengar berita kematian, tidak berpengaruh terhadap waktu ajalmu. Kematian masing-masing orang sudah ditentukan waktunya.

Pertanyaannya adalah:

Dalam kondisi seperti apakah kamu ketika meninggal? Sedang taat atau tidak?

Akan dikenal sebagai apakah kamu ketika telah tiada? Sebagai orang baik? Atau orang jahat?

Apakah orang sedih dengan kepergianmu? Atau bahagia?

dan sekian banyak pertanyaan lain yang harus kamu risaukan berkaitan dengan kondisi akhiratmu.

Ah, yang jelas, semoga kita semua dapat mengisi waktu hidup ini dengan banyak beribadah dan beramal shalih, menebarkan manfaat untuk seluas-luasnya ummat. Semoga kita pun dapat mengamalkan salah satu poin di antara hak sesama muslim, yaitu “mengantarkan jenazahnya”, siapapun dari kita yang pergi terlebih dahulu.

#ntms

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s