Ujian Hidup

Posted on

Masjid Darul Hikam

Setiap orang hidup dengan ujiannya masing-masing. Selama orang tersebut masih hidup di dunia, pasti masih ada ujian yang akan dialami. Namun, setiap orang memiliki ujian yang berbeda jenis dan tingkatannya. Ujian yang dialami pun sifatnya tertentu bagi tiap orang, belum tentu orang X bisa memikul ujian yang diberikan orang Y, begitu juga sebaliknya.

Sebagai muslim, yang harus kita yakini adalah Allah tidak akan membebani hambanya diluar kesanggupannya. Allah pun menegaskan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Allah juga menjelaskan bahwa Ia bersama orang-orang yang sabar, dan banyak lagi janji yang Allah berikan pada hamba-Nya. Kita pun akan menemukan sangat banyak petunjuk di dalam Alquran, sirah nabi dan sahabat, yang bisa kita ambil pelajarannya tentang bagaimana menghadapi berbagai ujian.

Setiap orang mengalami ujian setiap saat dalam hidupnya. Saat ini, detik ini, jika seseorang ditanya apakah ada masalah atau ujian yang dia alami, hampir pasti akan menjawab: “Ya”. Bahkan jika kita bertanya pada orang yang paling murah senyum sekalipun, orang tersebut tetap memiliki masalah walaupun tidak dia tunjukkan. Coba saja kita lihat berbagai media sosial, begitu banyak status bijak mengenai hikmah ujian dan musibah atau tak jarang juga status keluhan atas masalah yang dialami. Maka dari itu, rasanya kita tidak perlu bertingkah seolah-olah menjadi orang yang paling menderita di dunia ini karena masih jauh lebih banyak orang dengan tingkat kesulitan ujian yang lebih tinggi di sekitar kita.

Masalahnya, seringkali kita berperilaku kurang tepat dalam menghadapi ujian ini. Baik bersikap kepada diri sendiri ataupun orang lain. Sering kita lupa dengan semua nasihat, lupa dengan ayat-ayat-Nya, lupa dengan tulisan sejenis ini yang kita buat sendiri, dan justru malah menyesali keadaan dan mengeluh. Selain itu, sering juga kita bersikap kurang tepat kepada orang lain ketika ada ujian yang mereka alami. Kita malah menghakimi, mempertanyakan, dan tidak sengaja menyakiti perasaan orang lain.

Sebagai contoh, pernahkah kamu melihat seorang ibu yang menjadi petugas parkir di jalanan? Apa pikiranmu? Mungkin sedih, prihatin, atau bahkan muncul pikiran negatif tentang keluarganya?

Nah itulah yang perlu kita jaga, menjaga diri agar tidak muncul prasangka buruk pada orang lain. Apa yang kita tahu tentang dia? Tentang keluarganya? Kesulitan yang selama ini dia alami? Atau apapun itu? Kita tidak tahu apa-apa. Maka berusahalah untuk menjaga prasangka dan tidak menghakimi seseorang. Sebuah prasangka itu berbahaya, bahkan jika sudah tidak terkendali dapat menjadi sebuah penghakiman dan muncul perkataan yang justru dapat melukai perasaan orang lain. Ketika kita melihat seseorang dengan hidup yang ia jalani, pilihan yang ia tempuh, ataupun cara ia menghadapi ujian hidupnya, mari belajar untuk menjaga prasangka dan lisan kita sebaik mungkin.

We know nothing, we can’t generalize something on someone, so please don’t judge.

Itu salah satu sikap kita pada orang lain, pada diri sendiri?

Yang paling penting selalu libatkan Allah dalam setiap ujian hidup.

Ujian ini datangnya dari Allah, berdo’alah, Allah sudah punya solusinya.

***

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (TQS. Ath-Thaghabun 11)

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (TQS. Al-Anbiya 35)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (TQS. Al-Baqarah 155-157)

***

Tulisan yang dibuat terutama untuk mengingatkan diri sendiri. Saya juga kesulitan melakukannya. Sangat sulit. Semoga bisa sama-sama saling mengingatkan.

6 Juli 2015, 19 Ramadhan 1436 H

Advertisements

One thought on “Ujian Hidup

    Anggita Cremonandra said:
    6 July 2015 at 18:58

    Iya laam iya bangett. Makasih lam. Ntms banget..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s