Belajar IELTS Tanpa Les

Posted on Updated on

Saya akan berbagi sedikit tentang pengalaman saya mengikuti tes IELTS tanpa mengikuti les. Saya yakin ketika pembaca ikut les akan ada poin plus yang didapatkan, tetapi saya menulis di sini untuk berbagi pada para pembaca yang sedang menghemat anggaran tetapi perlu mengikuti tes IELTS. Hehe.

Saya juga menulis ini sebagai bentuk rasa terima kasih saya pada sahabat dan teman-teman yang telah membantu saya ketika belajar IELTS 🙂

***

Saya mendaftar tes IELTS pada akhir Desember untuk mengikuti tes pada tanggal 31 Januari 2015. Artinya, saya mempunyai waktu kurang lebih satu bulan untuk mempersiapkan tes. Setelah galau beberapa lama akan ikut les atau tidak, saya memutuskan tidak ikut les. Saya pun bertanya pada teman-teman saya yang sudah mengikuti IELTS tentang bagaimana persiapan mereka dan apa yang harus saya lakukan. Setelah mendapat tips dan wejangan, berikut beberapa hal yang saya lakukan:

  1. Menonton Film Berbahasa Inggris

Ini adalah hal pertama yang saya lakukan. Kocak sih, karena pada saat awal saya tiba-tiba hilang motivasi karena saat itu bertepatan dengan libur akhir tahun. Haha. Bukan untuk ditiru. Sehingga saya mencari motivasi belajar adalah dengan menonton film, dengan niat untuk melatih listening, membiasakan mendengar percakapan bahasa inggris untuk memudahkan juga saat speaking. Saya merasa cukup bermanfaat walaupun terkadang (atau seringnya) saya fokus pada isi ceritanya.

Saran saya, tonton film-film Pixar, Disney, Dreamworks, dan sejenisnya. Selain bahasa yang lebih mudah dipahami, konten filmnya pun bermanfaat 😀

  1. Berlatih dari soal-soal Cambridge IELTS

Saya mendapatkan file-file IELTS Cambridge dari teman-teman saya. Dari mulai Cambridge 1 sampai Cambridge 9. Isinya soal-soal tes IELTS lengkap dari mulai Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Soal-soal dari Cambridge jilid akhir (Cambridge 7, 8, 9) yang lebih mendekati soal IELTS yang sebenarnya, sehingga utamakan mengerjakan dari edisi akhir terlebih dahulu. Sebetulnya cara belajar setiap section berbeda-beda, misalnya:

Listening: Bisa dilakukan mandiri, sudah ada file audio-nya, sering-sering saja mengerjakan soal mandiri. Jika sudah selesai mencoba, mencocokkan jawaban, coba juga mendengarkan kembali audio sambil melihat text-nya. Walaupun saya jarang melakukan ini.
Reading: Sama juga bisa dilakukan mandiri. Melatih kita untuk kuat membaca teks panjang. Biasanya soal IELTS itu berurut, pertanyaan pertama akan muncul di paragraf-paragraf awal.
Writing: ini perlu berlatih bersama atau mandiri juga bisa, tetapi lebih disarankan bersama teman-teman yang lain agar ada yang bisa mengkoreksi tulisan kita. Beberapa poin penting: struktur esay harus ada dan pertanyaan pada soal terjawab.
Speaking: tentu saja simulasi speaking bersama teman yang lain. Setelah simulasi –atau bahkan saat simulasi- mintalah feedback dari partner simulasi kita. Jika perlu rekamlah suara kita ketika sedang simulasi, untuk memperhatikan apa saja kekurangan kita ketika speaking.

Kita pun perlu membiasakan untuk mengerjakan tiga section (listening-reading-writing) dalam satu kali duduk. Hal ini membantu melatih otak dan mental kita untuk ditekan dalam waktu kurang lebih 2-3 jam tanpa jeda, seperti layaknya tes yang sebenarnya. Saya sebenarnya baru melakukan ini di minggu akhir menjelang tes. Bukan untuk ditiru. Tetapi usahakan intensif belajar setiap hari.

  1. Belajar dalam Kelompok Kecil

Setiap orang punya cara belajar yang berbeda, tetapi bagi saya belajar dengan kelompok kecil sangat membantu. Carilah teman-teman yang akan mengikuti tes IELTS juga kemudian belajar bersama mereka. Utamakan waktu yang digunakan untuk berlatih Speaking dan Writing. Sempat juga kami berlatih Spelling dan tebak-tebakan dalam bahasa inggris, ketika terasa bosan mengerjakan soal Cambridge.

  1. Menonton video tips IELTS dari berbagai channel di Youtube

Ada-Banyak-Sekali video tips IELTS di Youtube. Favorit saya adalah British Council Teaching dan goodatesl. Banyak juga contoh-contoh tes IELTS dengan berbagai bandscore, IELTS Speaking band 7, IELTS writing band 8, dan sebagainya. Tonton dan coba praktikkan tipsnya.

  1. Berdo’a dan Meminta Dido’akan

Ini tips paling penting. Saya merasa nilai yang saya dapatkan merupakan karunia Allah. Saat tes berlangsung, saya sempat menembak jawaban beberapa soal Reading, saat Writing ada kalimat yang tidak sempat diperbaiki karena kehabisan waktu, saat Speaking: oh saya terbata-bata. Saya merasa nilai saya tidak akan bagus-bagus amat, sudah menyiapkan mental juga dengan kemungkinan terburuk, tetapi Alhamdulillah nilainya cukup T_T.

Beberapa tips lain:

  1. Coba coret-coret dulu soal tesnya sebelum Listening. Tandai yang penting. Bulatkan nomor soal agar tidak tertukar dengan teks soal.
  2. Saat Reading usahakan mengerjakan semuanya secepat mungkin, kemudian sisihkan waktu untuk memeriksa kembali. (saya sih gak sanggup saat itu, keburu mabok duluan)
  3. Jika kamu suka membaca, coba baca novel berbahasa inggris atau berita berbahasa inggris. (saya baru baca satu novel, berita jarang)
  4. Install Flipboard atau Apps berita lain agar sering membaca. (baru install Flipboard, tapi lelet internet di hape awak)
  5. Buka blog-blog IELTS, seperti IELTS Simon yang memberikan contoh-contoh esay dengan berbagai bandscore.
  6. Download BBC podcast, agar terbiasa dengan aksen UK
  7. Dan lain-lain

Semua tips ini hanya berdasarkan pengalaman. Banyak tips yang berasal dari teman-teman saya. Saya hanya menuliskan saja di sini. Para pembaca seharusnya punya cara sendiri dalam belajar, tetapi mungkin yang belum menemukan caranya bisa mencoba beberapa tips yang sudah dijelaskan.

Semoga bermanfaat 😀

***

Terima kasih penulis ucapkan pada teman-teman yang membantu:

Hafidz: yang sudah me-review materi les IELTS-nya, nge-print soal-soal Cambridge, menjembatani ke Geng Belajar PMP (Practice Makes Perfect)
Ahim: geng PMP yang paling sering bantu simulasi speaking sampai saat-saat terakhir
Eja, Nden, Prima, Mari, Kak Aldi, Harish: geng PMP yang semangat sekali belajarnya
Fathah: yang minjemin novel trus malah jadi lecek 😦
Afif, Zahrina, Ajang: yang sudah berbagi file IELTS yang bergiga-giga
Ucon, Roro, Cia: yang membantu simulasi speaking ketika di prodi

TERIMA KASIH

Advertisements

5 thoughts on “Belajar IELTS Tanpa Les

    Littlestar said:
    11 October 2015 at 12:24

    Aku mau dong lam materi2nya..
    Dari film, buku2, video2, dst.. Highig

      firdhacahyaalam responded:
      11 October 2015 at 15:23

      Sini mbandung

    ahmad fathy said:
    19 May 2016 at 23:48

    terimakasih mas ustadziyatul.

      firdhacahyaalam responded:
      20 May 2016 at 11:05

      Wah di follow syeikh ahmad. Sungkem.

    Mendadak IELTS – Zaky Amirullah said:
    18 June 2017 at 05:32

    […] dan Iie buat nanya-nanya pengalaman mereka pribadi selama mempersiapkan IELTS. Saya juga baca blognya Alam karena inget dia pernah share persiapan IELTS-nya (bayar pajak promosi sini Lam). Plus baca history […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s