Semester 2 – S2 TL ITB

Posted on Updated on

Kembali lagi dengan cerita perkuliahan di Program Magister Teknik Lingkungan ITB, Jalur Teknologi dan Manajemen Lingkungan. Di semester dua terdapat beberapa mata kuliah wajib, yaitu Ekonomi dan Valuasi Lingkungan, Transport dan Transformasi Polutan, Pemodelan Lingkungan, dan Metode Penelitian. Selain itu, kita pun berhak mengambil beberapa mata kuliah pilihan. Saya memilih mata kuliah Daur Ulang Limbah, Perencanaan Lingkungan, dan Kapita Selekta.

Pada kuliah Ekonomi dan Valuasi Lingkungan kami belajar bahwa mengerti ilmu teknik lingkungan saja tidak cukup. Kita belajar bahwa di dunia nyata, orang akan bertanya “Apa untung-ruginya?”; “Berapa nilainya dari segi ekonomi?”, pertanyaan yang akan dilontarkan pada orang-orang dengan background ilmu idealis seperti teknik lingkungan. Kita tidak cukup hanya berkata, “Jangan bangun villa di daerah atas!”, “Jangan lakukan reklamasi!”, “Jangan bangun gedung di daerah ini!”, tanpa menyertakan perhitungan valuasi lingkungannya.  Selain itu, pada mata kuliah ini pun kami dijelaskan bahwa kadang –bahkan seringkali ketidak-idealan itu terjadi. Banyak valuasi proyek lingkungan yang dilakukan berdasarkan kepentingan orang yang membiayai perhitungan valuasi tersebut. Bisa kepentingan baik, bisa juga tidak. Sebuah ironi negeri ini.

Kami pun belajar hal lebih teknis pada mata kuliah Transport dan Transformasi Polutan. Pada mata kuliah ini saya merasa diajarkan sangat engineering. Misalnya, menghitung kadar air tanah, menghitung polutan yang terakumulasi pada ikan, menghitung waktu yang dibutuhkan untuk persebaran polutan, dsb. Ya, cukup menarik. Setelah belajar hal yang sangat broad pada kuliah Ekonomi dan Valuasi Lingkungan, pada kuliah ini kita belajar hal yang sangat detail dan spesifik.

Di mata kuliah Pemodelan Lingkungan kami belajar hal yang luas dan bisa juga spesifik. Pada mata kuliah ini kami belajar bagaimana membuat model dari masalah lingkungan yang terjadi. Masalah lingkungan bisa berupa hal makro seperti banjir, sampah, polusi udara, bisa juga hal mikro seperti pemodelan laju bioakumulasi, transport polutan pada air tanah, dsb. Mata kuliah ini menarik karena membuat kita belajar untuk melihat masalah secara menyeluruh terlebih dahulu, baru kemudian dipilih faktor-faktor utama dalam masalah tersebut. Salah satu tools-nya adalah System Dynamics. Sangat menarik.

Pada kuliah Metode Penelitian, kami belajar tahap-tahap dalam memulai suatu penelitian. Kami pun diajarkan mengenai contoh-contoh kasus plagiarisme yang ada pada dunia akademisi. Titik tekan pada mata kuliah ini adalah, bagaimana pola pikir kita bisa terbentuk untuk melakukan suatu penelitian. Dimulai dari masalah yang ada, menyusun hipotesis, dst.

Pada mata kuliah pilihan Daur Ulang Limbah, kami diajarkan mengenai teknologi dan peluang daur ulang limbah dari suatu permasalahan. Pada saat saya mengambil mata kuliah ini, dibagi menjadi dua bagian yakni mengenai reclaimed water (air daur ulang) dan solid waste management. Sangat menarik, walaupun terkadang lebih difokuskan pada teknologinya.

Pada mata kuliah Perencanaan Lingkungan, kami pun diajarkan berpikir luas kembali. Kami belajar mengenai konsep Design for Environment, Sustainable Development, Cradle to Grave, Material Flow Analysis, Risk Assessment, dsb. Sebagai contoh konsep Design for Environment adalah melihat dari suatu siklus di industri bagian mana yang paling mencemari lingkungan, kemudian kita pikirkan bagaimana cara mengatasinya, apakah mengganti bahan baku, mengganti teknologi, dsb.

Terakhir adalah mata kuliah Kapita Selekta. Pada saat saya mengambil mata kuliah ini, Kapita Selekta yang diadakan berupa kuliah online bertajuk “Sustainable Water Dialogue”. Kuliah online ini merupakan kerjasama empat negara, yaitu Indonesia, Jerman, Iran, dan Mesir. Mata kuliah ini sangat menarik karena kita bisa belajar permasalahan air di empat negara berbeda dan bagaimana mereka mengatasi permasalahan tersebut.

Jika kita lihat secara umum, semester dua membuat kami untuk memilih bidang apa yang paling kita minati di teknik lingkungan, entah itu air, sampah, atau udara, atau mungkin seluruhnya. Namun begitu, kita pun perlu dibekali hal yang sama, pengetahuan spesifik engineering, berpikir global melihat permasalahan dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, dan tentu saja belajar menggunakan pola pikir penelitian.

Tambahan: menjelang akhir semester kami diminta membuat Uraian Garis Besar Judul Tesis, bagi yang berencana mengambil tesis Semester 3. Sebaiknya dipersiapkan sejak awal ya, jangan seperti saya. Haha.

Well, sebetulnya banyak hal lain yang terjadi di semester dua. Tapi mungkin cukup itu saja sebagai gambaran. Untuk yang akan menghadapi semester dua, semoga beruntung!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s